GoPay Buka Pintu Investasi Emas untuk Pemula dengan Modal Rp1.000

GoPay Buka Pintu Investasi Emas untuk Pemula dengan Modal Rp1.000

Melonjaknya minat masyarakat Indonesia terhadap emas kini direspons GoPay dengan meluncurkan layanan investasi emas digital. Platform pembayaran digital itu melihat peluang besar setelah permintaan emas nasional melonjak 40 persen pada kuartal II 2026 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, mencapai 15 ton.

Fitur GoPay Emas Digital by Treasury hadir untuk menjawab kendala yang dihadapi calon investor muda. Riset internal GoPay pada kelompok usia 25-30 tahun menunjukkan bahwa keterbatasan waktu mengunjungi toko fisik, ketersediaan stok terbatas, dan risiko pencurian menjadi alasan utama mereka ragu berinvestasi emas.

Skema investasi yang ditawarkan sangat fleksibel. Pengguna dapat memulai dari nominal Rp1.000 saja, tanpa perlu menyiapkan dana besar sekaligus. Layanan ini dikembangkan bersama PT Indonesia Logam Pratama dan memungkinkan transaksi jual-beli emas digital langsung melalui aplikasi GoPay.

Direktur Bisnis Konsumen GoPay Kelvin Timotius mengatakan bahwa produk ini dirancang untuk mempraktikkan akses investasi. “Ini memungkinkan pengguna membeli dan menjual emas digital dengan harga terjangkau secara instan,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Fitur unggulan lainnya adalah pemisahan rekening investasi dari rekening transaksi sehari-hari. Pemisahan ini membantu pengguna membangun disiplin dalam menabung dengan menyisihkan dana investasi secara teratur tanpa terganggu kebutuhan harian.

Menurut Kelvin, emas sudah menjadi instrumen investasi yang sangat dikenal masyarakat Indonesia karena mudah dipahami dan nilainya stabil. Namun, persepsi bahwa investasi emas memerlukan modal besar masih menjadi penghalang utama, “Masyarakat sudah sangat akrab dengan emas sebagai instrumen investasi karena mudah dipahami dan nilainya yang cenderung stabil. Namun, menabung emas seringkali dilihat sebagai instrumen investasi yang mahal,” tambahnya.

Meskipun memiliki keunggulan aksesibilitas, investor tetap perlu mempertimbangkan risiko fluktuasi harga emas. Sebelum memulai, pengguna sebaiknya menjabarkan tujuan investasi mereka dan memastikan bahwa keputusan ini sejalan dengan kondisi keuangan pribadi mereka.

Sumber: Republika

Baca Juga

Scroll to Top