
Perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar di Indonesia sedang gencar memperkuat sumber daya ikan di perairan Riau. Mereka telah melepaskan 60 ribu bibit ikan air tawar—campuran jenis baung dan nila—ke 12 sungai yang mengalir di sekitar lokasi operasional mereka di wilayah itu.
Program pelepasan ikan ini tersebar di berbagai titik sepanjang sungai, dengan setiap lokasi menerima alokasi sekitar 5.000 ekor bibit. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memulihkan populasi ikan dan menjaga kesehatan ekosistem perairan di tengah aktivitas bisnis industri sawit mereka.
Menurut pimpinan perusahaan, “Kami melepasliarkan sedikitnya 60 ribu bibit ikan air tawar jenis baung dan nila ke belasan sungai yang mengalir di wilayah Riau, Sumatera.” Keputusan memilih kedua jenis ikan ini bukan sembarangan—nila dipilih karena tahan lama dan mudah beradaptasi di sungai, sedangkan baung adalah spesies asli yang banyak diminati pasar lokal.
Program penebaran ikan ini melibatkan langsung warga sekitar sungai dan perangkat pemerintah desa serta kecamatan. Dengan melibatkan masyarakat sejak awal, perusahaan berharap tercipta sistem pengawasan lingkungan bersama dan menumbuhkan rasa memiliki warga terhadap kesehatan sungai.
Sepanjang tahun 2026, total bibit ikan yang telah ditebar mencapai 70 ribu ekor. Perusahaan juga menjalankan program penanaman 1,5 juta pohon untuk memperkuat konservasi, khususnya di area daerah aliran sungai dan tepian sungai yang rentan.
Harapannya, dengan sungai yang terjaga, populasi ikan akan tumbuh dan memberikan manfaat ganda: memperkuat ketahanan pangan masyarakat dan menciptakan peluang nilai tambah ekonomi bagi warga lokal di masa depan.
Sumber: Antara News
Baca Juga

Pengadaan Energi Berubah: Negara Ambil Alih Impor BBM untuk Tekan Harga

Wilmar Raih Laba Rp4,7 Triliun, Tapi Laba Inti Justru Turun 25 Persen

Data Statistik Tunjukkan Kebakaran Lahan dan Perluasan Sawit Tak Punya Hubungan Kausal

