
Meski pasokan pangan melimpah, harga di pasar tetap tinggi. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah serius memberantas dalang di balik kelangkaan buatan ini—para perantara yang menahan stok untuk mendongkrak harga.
Praktik mafia pangan ini merugikan jutaan konsumen yang harus merogoh kantong lebih dalam. Sementara petani dan produsen juga dirugikan karena keuntungan mereka diambil oleh calo dan spekulan di tengah rantai distribusi.
Untuk mengatasi masalah ini, Kementerian Pertanian resmi berkolaborasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kepolisian RI. Langkah gabungan ini dimaksudkan agar tindakan penanggulangan bisa dilakukan secara terkoordinasi dan berdampak nyata di lapangan.
Komitmen ini diumumkan pada Senin, 12 Oktober, menunjukkan urgensi yang dirasakan pemerintah terhadap isu stabilitas pangan. Dengan ketiga lembaga besar bergabung, harapannya mafia pangan akan semakin sulit beroperasi dan harga di tingkat konsumen bisa terkendali kembali.
Sumber: Antara News
Baca Juga

Wilmar Raih Laba Rp4,7 Triliun, Tapi Laba Inti Justru Turun 25 Persen

Data Statistik Tunjukkan Kebakaran Lahan dan Perluasan Sawit Tak Punya Hubungan Kausal

PTPN IV Lepaskan 60 Ribu Bibit Ikan ke Sungai Riau, Jaga Ekosistem Sekaligus Dukung Pangan Lokal

