
Perum Perumnas sedang menjajaki cara baru untuk menambah jumlah rumah terjangkau di Jakarta tanpa perlu mencari lahan baru. Caranya adalah dengan merevitalisasi Rumah Susun Kebon Kacang di Jakarta Pusat, kawasan hunian lama yang terletak strategis di dekat pusat ekonomi dan transportasi publik. Rencana ini melibatkan kerja sama dengan PT Informasi Geo Sistem (IGS) dan investor asing dari Korea.
Saat ini, Rusun Kebon Kacang terdiri dari delapan blok bangunan rendah dengan total 632 unit hunian dan sekitar 2.400 penghuni. Jika revitalisasi berhasil, kapasitas hunian di kawasan ini dapat ditingkatkan menjadi lebih dari 2.700 unit. Lonjakan empat kali lipat ini akan memberikan banyak pilihan rumah murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Plt Direktur Utama Perumnas Imelda Alini Pohan menjelaskan bahwa optimalisasi lahan di kawasan yang sudah memiliki infrastruktur lengkap adalah solusi praktis menghadapi keterbatasan lahan di perkotaan. “Melalui rencana revitalisasi, kawasan tersebut berpotensi dikembangkan menjadi lebih dari 2.700 unit hunian yang diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR),” ujar Imelda.
Dalam penjajakan ini, IGS bertindak sebagai fasilitator untuk membuka dialog dengan calon investor asing, yaitu Korea Overseas Infrastructure & Urban Development Corporation (KIND) dan KORINDO Group. Perumnas berharap keterlibatan mitra internasional dapat membuka akses investasi dan memperkuat jejaring kerja sama di bidang pembangunan perumahan.
Imelda menekankan bahwa pengembangan ini tetap memprioritaskan penyediaan hunian untuk MBR, sesuai dengan mandat perusahaan. “Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat pengembangan aset, meningkatkan kapasitas penyediaan hunian rakyat, serta mendukung terciptanya kawasan hunian yang berkelanjutan,” tambahnya.
Proyek revitalisasi Rusun Kebon Kacang menjadi bagian dari program nasional penyediaan tiga juta rumah untuk keluarga berpenghasilan rendah. Dengan lokasi strategis dan infrastruktur yang sudah tersedia, pengembangan kawasan perkotaan seperti ini menjadi salah satu pilihan efektif untuk menambah pasokan rumah murah di tengah kelangkaan lahan Jakarta.
Sumber: Republika
Baca Juga

Wilmar Raih Laba Rp4,7 Triliun, Tapi Laba Inti Justru Turun 25 Persen

Data Statistik Tunjukkan Kebakaran Lahan dan Perluasan Sawit Tak Punya Hubungan Kausal

PTPN IV Lepaskan 60 Ribu Bibit Ikan ke Sungai Riau, Jaga Ekosistem Sekaligus Dukung Pangan Lokal

