
Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan UNDP meluncurkan perluasan Program Sungai Lestari di Bali sebagai bagian dari upaya mengurangi pencemaran sampah plastik yang masuk ke laut melalui aliran sungai. Kegiatan peluncuran dan aksi bersih mangrove berlangsung di Denpasar pada hari Jumat, dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Zulkifli Hasan.
Program ini fokus pada pengelolaan sampah sejak dari sumbernya, bukan hanya membersihkan sampah yang sudah ada. Langkah-langkah yang diterapkan mencakup pemilahan sampah, pengumpulan terpusat, dan daur ulang melibatkan organisasi masyarakat, bank sampah, serta ribuan penduduk di kawasan bantaran sungai.
“Menjaga mangrove berarti menjaga pesisir, ekonomi masyarakat dan iklim. Melalui Program Sungai Lestari, kita mendorong perubahan dari sekadar membersihkan sampah menjadi mencegah sampah sejak dari sumbernya,” kata Zulkifli Hasan dalam pernyataan resminya.
Di Bali, program sasaran dua sungai utama—Tukad Badung di Denpasar dan Tukad Mati di Kabupaten Badung—guna memutus aliran sampah menuju pesisir dan laut. Sejak program dimulai di Surabaya dan Surakarta pada Mei 2026, sudah berhasil mengangkat 492 ton sampah dari empat sungai dengan melibatkan 1.200 perempuan dan ribuan warga di 20 kelurahan.
Ekspansi ke Bekasi dan Sidoarjo sejak Oktober 2026 menetapkan target pengangkatan sampah gabungan sekitar 5.066 ton hingga akhir 2027. Program ini menerapkan sistem pembiayaan berbasis kinerja, artinya organisasi masyarakat sipil mendapat pendanaan sesuai jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan dan diverifikasi secara independen.
“Pengelolaan sampah yang lebih baik turut membuka peluang pemanfaatan sampah menjadi sesuatu yang bernilai, sekaligus menciptakan pendapatan dan mata pencaharian bagi masyarakat setempat dan pekerja persampahan,” ungkap Kepala Perwakilan UNDP Indonesia Sara Ferrer Olivella, menggarisbawahi manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat lokal.
Zulkifli Hasan menekankan bahwa mangrove merupakan aset nasional yang melindungi pesisir, mendukung keanekaragaman hayati, menopang ekonomi masyarakat, dan menyerap karbon untuk mitigasi iklim. Indonesia memiliki potensi besar dengan luas mangrove sekitar 3,46 juta hektare dan padang lamun 660 ribu hektare.
Di Bali, upaya ini melengkapi pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik Denpasar Raya yang telah dimulai sejak Juli 2026. Pemerintah berharap pendekatan terintegrasi dari hulu ke hilir dapat menjaga keberlanjutan pariwisata, perekonomian masyarakat pesisir, dan ketahanan pangan nasional secara bersamaan.
Sumber: Antara News
Baca Juga

Jalan Penghubung Gayo Lues Kembali Bisa Dilalui Setelah Banjir Bandang

Drone Lokal Baru Capai 66% Komponen Dalam Negeri, Baterai Masih Andalkan Impor

Sultra Jadi Fokus Pembangunan 169 Kampung Nelayan, KKP Mulai Verifikasi Kelayakan Lokasi

