
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) di Timika, Papua Tengah, sedang menjalankan program khusus untuk mengubah pemuda lokal menjadi pengusaha. Organisasi ini mengelola dana kemitraan dari PT Freeport Indonesia dan fokus pada daerah pesisir dan pegunungan Mimika yang punya potensi ekonomi besar.
Leonardus Tumuka, Ketua Pengurus YPMAK, menjelaskan bahwa “Kami perlu melakukan kaderisasi pemuda masyarakat lokal untuk bisa kendalikan sektor ekonomi di wilayah pesisir dan pegunungan.” Strategi mereka adalah melatih pemuda agar bisa mengelola hasil pertanian dan perikanan masyarakat, kemudian memasarkannya ke Kota Timika secara langsung.
Peran YPMAK bukan langsung menjalankan bisnis, melainkan memberikan dukungan infrastruktur dan bimbingan. Seperti yang disampaikan Tumuka, “Kami hanya menyiapkan fasilitas dan akses setelah itu mereka melaksanakannya dan kami hanya melakukan pemantauan dan pendampingan. Kami siapkan tempat di kota yang bisa menampung dan sekaligus mendistribusikan hasil pertanian dan perikanan.” Saat ini, organisasi ini telah membina 20 pengusaha muda dari kalangan Suku Amungme dan Suku Kamoro dalam usaha skala mikro dan kecil.
Dari 20 pengusaha binaan tersebut, baru lima orang yang dinyatakan berhasil, sementara sisanya masih dalam tahap pendampingan intensif. YPMAK juga telah meluncurkan layanan laundry yang dikelola pemuda lokal Papua sebagai salah satu bentuk usaha alternatif.
Rencana ke depan, pada tahun 2027 YPMAK akan mendorong pemuda pegunungan mengembangkan usaha kopi, sedangkan pemuda pesisir akan fokus pada produksi minyak kelapa murni atau Virgin Coconut Oil (VCO). Tumuka menambahkan bahwa mereka sedang merancang skema lengkap mulai dari aspek produksi hingga distribusi, termasuk menentukan siapa yang mengelola dan ke mana produk akan dipasarkan.
Tujuan utama program ini adalah memberdayakan pemuda Amungme dan Kamoro agar berkembang menjadi pengusaha sejati yang memahami akses pasar, baik di level lokal Mimika maupun pasar yang lebih luas di luar daerah.
Sumber: Antara News
Baca Juga

Wilmar Raih Laba Rp4,7 Triliun, Tapi Laba Inti Justru Turun 25 Persen

Data Statistik Tunjukkan Kebakaran Lahan dan Perluasan Sawit Tak Punya Hubungan Kausal

PTPN IV Lepaskan 60 Ribu Bibit Ikan ke Sungai Riau, Jaga Ekosistem Sekaligus Dukung Pangan Lokal

