Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 resmi digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran mulai 29 Oktober hingga 1 November 2026. Pameran ini menghadirkan berbagai kendaraan listrik dengan fokus pada bagaimana teknologi tersebut bisa menghemat biaya sekaligus mengurangi polusi udara.
Menurut Ketua Umum Periklindo Moeldoko, beralih dari mobil bermesin pembakaran biasa ke kendaraan listrik bisa menghemat pengeluaran bulanan konsumen secara signifikan. “Biasanya yang menggunakan mobil biasa, ICE konvensional, mungkin membayar (bensin) satu bulan itu Rp6 juta, Rp7 juta sampai Rp8 juta. Tetapi dengan menggunakan EV, dia hanya membayar sekitar Rp800 ribuan,” jelasnya saat pembukaan pameran.
Penghematan ini bukan hanya soal biaya bahan bakar saja. Dana yang tadinya dialokasikan untuk bensin bisa dialihkan ke kebutuhan lain seperti pendidikan anak atau keperluan sehari-hari keluarga, sehingga kendaraan listrik punya dampak positif pada tata kelola keuangan rumah tangga.
Moeldoko juga menyoroti manfaat lebih besar dari sisi nasional. Dengan penggunaan kendaraan listrik yang masif, pemerintah bisa mengurangi beban subsidi bahan bakar minyak yang mencapai Rp264 triliun, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat untuk generasi mendatang.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy mendukung penyelenggaraan pameran ini sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat ekosistem kendaraan listrik. “Pemerintah terus berupaya mendukung transisi energi dan percepatan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Kami juga tak henti-hentinya menciptakan sinergi bersama dengan seluruh pemangku kepentingan lain, agar tujuan kita bersama membuat Indonesia sebagai pemain utama industri listrik dunia,” ujarnya.
PEVS 2026 di Hall C3 JIExpo dibuka untuk umum mulai pukul 12.00-19.00 WIB pada hari pembukaan, kemudian 10.00-19.00 WIB untuk 30-31 Oktober, dan 10.00-18.00 WIB pada 1 November. Pameran ini menjadi wadah nyata bagi masyarakat untuk melihat langsung bagaimana teknologi kendaraan listrik bisa mengubah cara mereka berkendaraan dan mengelola keuangan keluarga.
Sumber: Republika
Baca Juga

Jalan Penghubung Gayo Lues Kembali Bisa Dilalui Setelah Banjir Bandang

Drone Lokal Baru Capai 66% Komponen Dalam Negeri, Baterai Masih Andalkan Impor

Sultra Jadi Fokus Pembangunan 169 Kampung Nelayan, KKP Mulai Verifikasi Kelayakan Lokasi

