
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sedang mempersiapkan 169 calon lokasi untuk membangun Kampung Nelayan Merah Putih di Sulawesi Tenggara pada 2027. Persiapan ini melibatkan pelatihan intensif bagi ratusan surveyor dan tim penilaian untuk menentukan lokasi yang paling layak dibangun.
16 wilayah di Sultra masuk dalam daftar calon, mencakup kabupaten-kabupaten seperti Bombana, Buton, Kolaka, Konawe, Muna, Wakatobi, serta Kota Baubau dan Kendari. Tenaga Ahli Satgas KNMP KKP Andi Nurjaya Nurdin menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan menyamakan visi semua surveyor dalam menilai kelayakan lokasi.
“Tujuan utama dari kegiatan ini agar peserta memiliki pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan teknis untuk menggunakan instrumen yang sudah disiapkan dalam rangka melakukan penilaian status dari calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih tahun 2027,” ujar Andi. Proses penilaian akan menggunakan enam kriteria utama, mulai dari komposisi masyarakat nelayan, ketersediaan lembaga ekonomi, kesiapan lahan, hingga dukungan pemerintah daerah.
KKP mengajak lima mitra akademik dan sosial untuk melakukan survei lapangan selama dua bulan, termasuk Universitas Halu Oleo, Universitas 19 November Kolaka, dan Institut Teknologi Kelautan Buton. Secara nasional, program ini melibatkan 3.500 peserta dari 37 provinsi dalam satu gelaran pelatihan pada Oktober 2026.
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Lotharia Latif menekankan bahwa penentuan lokasi harus didasarkan data konkret dan kebutuhan nyata nelayan kecil, awak kapal, perempuan pengolah hasil perikanan, dan pedagang lokal. Meski wilayah masuk calon lokasi dan didatangi tim survei, KKP ingatkan bahwa penetapan lokasi definitif tetap mengandalkan hasil penilaian kelayakan masing-masing area.
Sumber: Antara News
Baca Juga

Jalan Penghubung Gayo Lues Kembali Bisa Dilalui Setelah Banjir Bandang

Drone Lokal Baru Capai 66% Komponen Dalam Negeri, Baterai Masih Andalkan Impor

Polda Kaltim Tangkap 31 Tersangka dan Dua Perusahaan Terkait Kebakaran Hutan dan Lahan

