
Bukan hanya pelajar yang butuh wisata edukatif — perusahaan pun kini makin aktif mencari program perjalanan yang punya dampak nyata bagi karyawan mereka. Tren inilah yang mendorong pemerintah dan pelaku industri untuk serius meningkatkan standar wisata berbasis edukasi dan pengalaman.
Kementerian Pariwisata menyebut ada beberapa aspek yang jadi prioritas perbaikan, mulai dari penguatan wisata berbasis pengalaman hingga pemenuhan standar keselamatan seperti prosedur manajemen risiko dan kesiapsiagaan peserta. “Promosi wisata edukasi dan pemenuhan kualifikasi destinasi merupakan dua pilar utama dalam pengembangan wisata ini,” ujar Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini.
Di sisi perusahaan, terjadi pergeseran cara pandang soal outing dan incentive trip — istilah untuk perjalanan penghargaan bagi karyawan berprestasi. Anggaran makin diperketat, tapi program tetap harus berjalan karena terbukti menjaga motivasi tim. Alhasil, vendor atau penyedia jasa dituntut lebih kreatif dan tepat sasaran.
Kebutuhan itu yang coba dijembatani lewat Indonesia Outing & Incentive Travel Expo (IOITE) 2026, sebuah pameran industri yang berlangsung di NICE PIK 2, Tangerang, hingga 11 Oktober 2026. Salah satu agenda utamanya adalah Business Matching, yaitu sesi pertemuan terstruktur antara penyedia jasa dengan calon pembeli korporat. “Kami ingin setiap pertemuan berujung pada kerja sama yang nyata, dan pengunjung bisa pulang dengan program yang konkret untuk tahun depan,” kata Andita Tirtawisata, Director of Panorama Media.
Ketua Umum Asosiasi Experiential Learning Indonesia (AELI), Gigih Gesang, menambahkan bahwa perusahaan kini tidak lagi puas dengan sekadar acara rekreasi biasa. “Perusahaan sekarang ingin setiap rupiah yang dikeluarkan untuk program karyawan memberi dampak, entah pada kerja sama tim, kepemimpinan, maupun budaya kerja,” katanya.
Dampak ekonomi dari industri ini juga tidak kecil. Ketua Umum IVENDO, Irvan Mahidin Sukamto, mengingatkan bahwa kegiatan gathering dan outing menggerakkan rantai usaha panjang — dari hotel, transportasi, katering, hingga pelaku kreatif lokal. Pemerintah sendiri tengah mengincar posisi Indonesia sebagai pusat MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) di kawasan ASEAN, didukung pertumbuhan sektor akomodasi dan kuliner sebesar 13,14 persen serta sekitar 106 juta perjalanan wisatawan domestik pada Mei 2026.
Menariknya, IOITE tidak hanya menarget kalangan korporat. Masyarakat umum pun bisa datang untuk berburu paket liburan keluarga dengan promo khusus yang hanya tersedia selama pameran berlangsung — menjadikan ajang ini relevan bagi siapa saja yang ingin merencanakan perjalanan lebih cerdas.
Sumber: Detik Travel
Baca Juga

Tabebuya Mekar di Cikini, Warga Jakarta Berbondong Datang Abadikan Momen

Bus DAMRI Kini Layani Rute Langsung Bandara Soekarno-Hatta ke Tanjung Lesung, Tarif Rp175.000

Trans Studio Bali Tawarkan Promo Beli Satu Gratis Satu di Oktober, Harga Mulai Rp 256 Ribu

