
Bukan sekadar panen ikan, koperasi desa kini didorong untuk mengolah lele dan nila menjadi produk siap masak agar bisa masuk ke dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini digagas oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai cara memperluas serapan hasil budidaya ikan air tawar.
KKP sudah mengembangkan budidaya ikan darat dengan teknologi bioflok — metode budidaya intensif yang memanfaatkan mikroorganisme untuk menjaga kualitas air — di 100 lokasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Pulau Jawa. Selain produksi, koperasi juga dihubungkan langsung dengan calon pembeli dari dapur MBG, hotel, restoran, hingga ritel.
Upaya itu sudah membuahkan hasil awal. Sebanyak 15 surat minat telah ditandatangani, ditambah dua perjanjian kerja sama penjualan lele siap masak antara KDKMP dengan dapur MBG di Kudus dan Rembang, Jawa Tengah.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa pengolahan ikan menjadi produk bernilai tambah adalah kunci agar pembeli mau menyerap hasilnya. “Jika ini terpenuhi, para offtaker, termasuk dapur SPPG, akan semakin tertarik untuk menyerap produknya,” kata Trenggono.
Pelaksana Tugas Dirjen Penguatan Daya Saing KKP, Erwin Dwiyana, menambahkan bahwa potensi pasarnya sangat besar. “SPPG, hotel, restoran, ritel dan jasa boga merupakan pasar potensial. Kami ingin unit usaha pengelolanya tidak hanya mampu memproduksi ikan, tetapi juga menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar Erwin.
Sebagai gambaran, 180 dapur MBG di Kota Semarang saja diperkirakan membutuhkan sekitar 36 ton ikan untuk satu kali sajian menu ikan. Dengan harga lele siap masak Rp25.000 per kilogram, nilai pasarnya bisa mencapai Rp900 juta hanya dari satu kali penyajian.
Peluang ini juga diperkuat oleh Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2026 tentang Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan, yang mendorong menu ikan masuk ke dalam pelaksanaan MBG. Jika koperasi desa bisa konsisten memenuhi standar mutu dan keamanan pangan, pasar yang selama ini sulit dijangkau pelaku usaha kecil kini terbuka lebar.
Sumber: Antara News
Baca Juga

Jalan Penghubung Gayo Lues Kembali Bisa Dilalui Setelah Banjir Bandang

Drone Lokal Baru Capai 66% Komponen Dalam Negeri, Baterai Masih Andalkan Impor

Sultra Jadi Fokus Pembangunan 169 Kampung Nelayan, KKP Mulai Verifikasi Kelayakan Lokasi

