
Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian menawarkan program besar-besaran untuk petani tebu di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Total lahan yang akan dikembangkan mencapai 1.463 hektare dengan tujuan meningkatkan hasil panen sekaligus memastikan ketersediaan bahan baku untuk industri gula nasional.
Program ini terbagi menjadi dua bagian utama. Pertama, peremajaan tanaman (bongkar ratoon) seluas 700 hektare yang menargetkan 25 kelompok tani di tiga desa di Kecamatan Pekat—Sorinomo, Nangakara, dan Beringin Jaya. Kedua, perluasan lahan baru seluas 763 hektare yang melibatkan 22 kelompok tani, 18 di antaranya berada di Kecamatan Pekat dan sisanya di Kecamatan Woja.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu Syahrul Ramadhan menjelaskan bahwa peremajaan dilakukan dengan mengganti tanaman tebu lama yang sudah tidak produktif dengan benih berkualitas baru. “Program bongkar ratoon dan perluasan tanaman tebu rakyat ini sedang kami fasilitasi agar petani dan kelompok tani memenuhi persyaratan yang diminta kementerian,” ujarnya.
Bantuan pemerintah tidak hanya sebatas benih berkualitas tinggi. Petani peserta juga akan menerima pupuk nonsubsidi dan dukungan finansial untuk membayar upah tenaga kerja, yang dihitung berdasarkan satuan Hari Orang Kerja (HOK)—sistem pengukuran beban kerja untuk kegiatan pertanian.
Sebelum dana dialirkan, pemerintah daerah sedang membantu kelompok tani calon penerima menyelesaikan berbagai persyaratan administratif, termasuk pembukaan rekening kelompok tani yang resmi. Langkah ini dirancang untuk memastikan setiap peserta program memenuhi standar yang ditetapkan Kementerian Pertanian agar program dapat berjalan efektif dan transparan.
Sumber: Antara News
Baca Juga

Pemerintah Perkuat Pengawasan Jagung Murah untuk Lindungi Peternak Ayam Rakyat

Investor Inggris dan Belanda Siap Tanam Modal Rp2,5 Triliun di Kawasan Industri Indonesia

Pertamina Mandalika Racing Series Buka Peluang Bisnis bagi UMKM Lokal Lombok

