
Ajang balap motor nasional Pertamina Mandalika Racing Series (Pertamina MRS) 2026 tidak hanya sekadar kompetisi olahraga, melainkan mesin penggerak ekonomi lokal. Kehadiran ribuan peserta, tim, penonton, dan pelaku industri di Mandalika International Circuit menciptakan momentum bisnis bagi masyarakat setempat, dari sektor perhotelan, restoran, transportasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pertamina melalui wakil bidang komunikasinya Muhammad Baron menjelaskan bahwa motorsport memiliki daya tarik kuat di Indonesia mengingat tingginya penggunaan sepeda motor. “Pertamina hadir bersama pecinta otomotif, komunitas otomotif, hingga para sponsor lainnya untuk saling berkolaborasi mewujudkan harapan menjadi kenyataan,” ujarnya. Dukungan ini bukan hanya sponsorship, tetapi komitmen jangka panjang untuk membina talenta balap nasional.
Direktur Operasional Mandalika Grand Prix Association Donny Mahardjono menekankan bahwa ajang ini berfungsi sebagai wadah pembinaan profesional bagi para pembalap dan tim. Fasilitas sirkuit yang ada sudah memenuhi standar internasional, dari infrastruktur lintasan hingga tim racing committee dan marshal yang berkompeten di level dunia.
Kepala Event Kementerian Pariwisata Hafiz Agung Rifai mengakui potensi Mandalika sebagai destinasi wisata yang unik karena menggabungkan infrastruktur motorsport kelas dunia dengan daya tarik pariwisata alami Lombok. Keberhasilan penyelenggaraan event berkualitas dapat mendatangkan wisatawan sepanjang tahun, menggerakkan ekonomi lokal, dan memperkuat branding wisata Indonesia di panggung internasional.
Bagi UMKM lokal, momentum seperti ini adalah kesempatan emas untuk melayani kebutuhan ribuan pengunjung yang datang setiap tahun. Dari penyediaan akomodasi, layanan kuliner, hingga berbagai kebutuhan sehari-hari peserta dan penonton, rantai ekonomi yang tercipta berdampak langsung pada daya beli dan pertumbuhan usaha masyarakat Lombok.
Sumber: Republika
Baca Juga

Pemerintah Perkuat Pengawasan Jagung Murah untuk Lindungi Peternak Ayam Rakyat

Investor Inggris dan Belanda Siap Tanam Modal Rp2,5 Triliun di Kawasan Industri Indonesia

DSI Jadi Polisi Devisa Ekspor: Pantau Uang Masuk hingga Sampai ke Rekening Lokal

