
Pergantian menteri di kabinet Prabowo Subianto mendapat respons dari kalangan aktivis yang dulu ikut mendorong reformasi 1998. Salah satunya adalah Andrianto Andri, yang menyebut langkah reshuffle ini sebagai sesuatu yang wajar dilakukan menjelang dua tahun pemerintahan berjalan.
Andrianto menilai pergantian komposisi kabinet bisa menjadi kesempatan untuk memperkuat jalannya pemerintahan. Namun ia juga menekankan bahwa apresiasi terhadap kebijakan ini harus diimbangi dengan kerja nyata dari para menteri yang baru maupun yang dipertahankan.
Publik, menurutnya, tidak cukup hanya diberi perubahan susunan di atas kertas. Masyarakat menunggu dampak yang benar-benar terasa di kehidupan sehari-hari, bukan sekadar rotasi jabatan semata.
Reshuffle kabinet memang bukan hal baru dalam tradisi pemerintahan Indonesia. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah pergantian ini benar-benar membawa perubahan arah kebijakan, atau hanya penyesuaian politik biasa yang tidak berdampak langsung bagi rakyat.
Sumber: Sindonews
Baca Juga

Pembahasan RUU Pemilu Dipercepat, Panitia Kerja Mulai Bekerja November 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Ajukan Nota Perlawanan, Pengamat: Dakwaan Terkesan Dipaksakan

Presiden Mesir El-Sisi Kunjungi Indonesia, Agenda Pertemuan dengan Prabowo Sudah Disiapkan

