
Perusahaan perawatan pesawat milik Indonesia, GMF AeroAsia, resmi mendapat kepercayaan mengelola fasilitas perawatan pesawat di Bandara Internasional Muscat, Oman. Kontrak konsesi ini berlaku selama 20 tahun dan ditandatangani bersama Otoritas Penerbangan Sipil Oman (CAA).
Penandatanganan dilakukan oleh CEO GMF AeroAsia Andy Fahrurrozi dan Presiden CAA Oman Naif bin Ali Al-Abri. Momen bersejarah ini berlangsung di sela-sela Civil Aviation Investment Forum yang digelar di Muscat pekan ini.
Dalam kerja sama tersebut, GMF akan menangani perawatan berat pesawat—yakni pemeriksaan dan perbaikan menyeluruh yang biasanya dilakukan di hanggar—serta inspeksi rutin bagi maskapai nasional, regional, maupun internasional. Oman dipilih karena posisinya yang strategis sebagai titik koneksi jalur penerbangan antarbagian dunia.
Kerja sama ini juga mencakup transfer ilmu dan teknologi di bidang perawatan rangka pesawat, mesin, hingga avionik—sistem elektronik yang digunakan untuk navigasi dan kendali pesawat. “Tak hanya soal bisnis, kerja sama ini juga membuka jalan alih pengetahuan dan teknologi canggih di bidang perawatan rangka pesawat, mesin, dan avionik,” demikian keterangan resmi dari akun CAA Oman.
Langkah GMF ini sejalan dengan ambisi Danantara mendorong perusahaan pelat merah Indonesia agar bersaing di level dunia. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan, “Kita ingin melihat lebih banyak BUMN Indonesia masuk dalam daftar Global Fortune 500, membuktikan bahwa Indonesia bukan sekadar pengikut, tetapi Indonesia juga dapat menjadi pelopor dan pemimpin dalam perekonomian dunia.”
Keberhasilan GMF mengamankan kontrak jangka panjang di pasar Timur Tengah menjadi sinyal positif bahwa industri penerbangan Indonesia punya daya saing nyata di kancah internasional.
Sumber: Republika
Baca Juga

Ekonom Pesimis Target Pertumbuhan 6 Persen Bisa Dicapai di 2027

Galeri Investasi UYM Sabet Penghargaan BEI, Mahasiswa Didorong Melek Investasi

Kemenhub Kejar KAI Selesaikan 35 Trainset KRL Jabodetabek, Masih Kurang 8 Rangkaian

