
Ekonomi Indonesia berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan di atas lima persen pada kuartal pertama 2026, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan dari luar negeri seperti fluktuasi harga minyak dan tekanan nilai tukar rupiah. Pencapaian ini menunjukkan ketangguhan sistem ekonomi domestik dalam mengantisipasi gejolak global.
Menurut Mohammad Faisal, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, ada dua pilar utama yang menahan laju pertumbuhan ekonomi dari melambat. Pilar pertama adalah pengeluaran konsumsi dari rumah tangga, sementara pilar kedua berasal dari berbagai inisiatif kebijakan yang diambil pemerintah pusat.
Faisal menjelaskan bahwa kebijakan subsidi bahan bakar minyak memainkan peran signifikan dalam menjaga daya beli masyarakat. “Kebijakan-kebijakan yang kaitannya dengan menjaga daya beli, termasuk mempertahankan harga BBM yang bersubsidi itu punya peran besar, terutama di kelas menengah dan bawah,” ujarnya.
Selain konsumsi rumah tangga, pengeluaran belanja pemerintah juga berkontribusi nyata terhadap ketahanan pertumbuhan ekonomi. Faisal menyebutkan bahwa pertumbuhan belanja negara yang tinggi turut mendorong akselerasi investasi, terutama ketika ekspor mengalami perlambatan akibat faktor eksternal.
Untuk mencapai target pertumbuhan enam persen di tahun 2027, Faisal menekankan perlunya perubahan strategi manajemen ekonomi yang lebih luas. Pemerintah perlu memberikan ruang yang setara bagi sektor swasta untuk berinvestasi, bukan hanya mengandalkan belanja negara dan perusahaan milik negara.
Tantangan yang dihadapi ke depan adalah semakin menipis ruang fiskal pemerintah, yang membatasi kemampuan untuk terus meningkatkan pengeluaran. Oleh karena itu, kepercayaan investor swasta dan daerah menjadi kunci untuk mendorong mesin pertumbuhan ekonomi nasional berjalan lebih cepat.
Sumber: Republika
Baca Juga

Pemerintah Perkuat Pengawasan Jagung Murah untuk Lindungi Peternak Ayam Rakyat

Investor Inggris dan Belanda Siap Tanam Modal Rp2,5 Triliun di Kawasan Industri Indonesia

Pertamina Mandalika Racing Series Buka Peluang Bisnis bagi UMKM Lokal Lombok

