OJK Yakin IHSG Bisa Pulih, Ini Alasannya

OJK Yakin IHSG Bisa Pulih, Ini Alasannya

Setelah sempat terjun bebas ke titik paling rendah dalam beberapa tahun terakhir, pasar saham Indonesia kini mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun menyatakan optimismenya bahwa pemulihan akan terus berlanjut.

Hingga awal Oktober 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) — ukuran naik-turunnya harga saham di Bursa Efek Indonesia — berada di angka 6.118,86. Angka ini turun sekitar 29 persen dibanding posisi akhir tahun 2025 yang mencapai 8.646,94.

Titik paling gelap terjadi pada 8 Juni 2026, saat IHSG menyentuh angka 5.342,14. Namun sejak saat itu, indeks mulai bergerak naik. “Pembalikan IHSG dari titik terendahnya di tahun ini, yaitu pada Juni lalu, sedikitnya menunjukkan adanya ruang untuk pemulihan kondisi pasar ke depan,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/10/2026).

Hasan menjelaskan tekanan terhadap pasar saham sepanjang 2026 datang dari berbagai arah. Di level global, ketidakpastian geopolitik memicu lonjakan harga komoditas dan inflasi, yang pada akhirnya mendorong suku bunga dunia bertahan tinggi lebih lama dari perkiraan. Kondisi ini membuat investor asing cenderung menarik dananya dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

OJK sendiri tidak tinggal diam. Lembaga ini bersama para pelaku pasar berkomitmen memperkuat transparansi dan perlindungan investor. “OJK juga akan terus memastikan integritas dan investability pasar modal kita dapat terus terjaga. Hal ini penting agar pasar dapat tumbuh secara berkelanjutan dari waktu ke waktu,” ujar Hasan.

Bagi pelaku UMKM dan bisnis lokal yang berencana mencari pendanaan lewat pasar modal, sinyal pemulihan ini bisa menjadi kabar baik — setidaknya menunjukkan bahwa kepercayaan investor perlahan mulai kembali tumbuh.

Sumber: Republika

Baca Juga

Scroll to Top