
Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sedang gencar mendorong pelaku usaha perikanan untuk meningkatkan mutu produk mereka. Alasannya sederhana: tanpa standar yang tepat, produk lokal sulit bersaing di pasar internasional meskipun inovasinya bagus.
Target yang digadang-gadang cukup ambisius—nilai ekspor perikanan Indonesia diharapkan naik dari sekitar 6 miliar dolar AS menjadi lebih dari 10 miliar dolar AS. Untuk mencapainya, standardisasi produk menjadi fondasi utama agar mutu konsisten dan memenuhi persyaratan negara pembeli.
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Yudi Nurul Ihsan, menjelaskan bahwa “nilai ekspor perikanan kita harus naik dua kali lipat” sebagai target pertama yang harus dicapai. Banyak produsen lokal sudah punya inovasi, tapi belum semuanya memenuhi standar internasional yang diperlukan.
Strategi KKP tidak hanya fokus pada ekspor. Pemerintah juga ingin meningkatkan konsumsi ikan domestik melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan target minimal dua kali makan ikan per pekan. Ini menjadi peluang bagi UMKM perikanan untuk memperluas pasar lokal sambil meningkatkan kualitas produk.
Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan BBP3KP KKP berkolaborasi untuk memperluas layanan sertifikasi terpadu. Tujuannya agar proses pengujian lebih efisien dan biaya pemenuhan standar lebih terjangkau bagi nelayan dan produsen olahan ikan skala kecil dan menengah.
Menarik bahwa KKP juga membidik pasar baru seperti Afrika dan Timur Tengah, bukan hanya fokus ke pasar tradisional seperti Jepang, China, Eropa, dan Amerika Serikat. Peluang ini membuka celah bagi UMKM perikanan untuk diversifikasi tujuan ekspor dan mengurangi ketergantungan pada satu pasar.
Upaya penguatan standar ini melibatkan berbagai lembaga—dari KKP hingga BGN (Badan Gizi Nasional)—menunjukkan komitmen pemerintah yang serius. Dengan dukungan sistem yang terkoordinasi, diharapkan UMKM perikanan Indonesia semakin siap bersaing di level global sambil tetap memenuhi kebutuhan gizi masyarakat lokal.
Sumber: Antara News
Baca Juga

Brand Lokal Butuh Inovasi dan Platform Digital untuk Rebut Pasar yang Lebih Luas

Temukatsu Resto Tawarkan All You Can Eat Nusantara di Nemuru Hotel Ciputat

IPLT Madurejo Harus Perbaiki Proses Pengolahan Setelah Ditemukan Logam Berat

