Tomat Ceri Lokal Raih Penjualan Lebih Tinggi Berkat Strategi Media Sosial

Tomat Ceri Lokal Raih Penjualan Lebih Tinggi Berkat Strategi Media Sosial

AstyFarm, produsen tomat ceri lokal, berhasil meningkatkan penjualannya secara signifikan setelah memanfaatkan platform digital seperti Tokopedia dan TikTok Shop. Nilai transaksi perusahaan ini tumbuh 52 persen pada kuartal ketiga 2026 dibandingkan tiga bulan sebelumnya, membuktikan efektivitas strategi penjualan daring.

Perusahaan yang didirikan Asty Ananta ini menggunakan berbagai fitur digital untuk menjangkau konsumen, mulai dari video pendek, sesi belanja langsung (LIVE Shopping), hingga bekerja sama dengan kreator afiliasi. Sejak bergabung dengan kedua platform tersebut pada Februari 2026, produk AstyFarm sudah sampai ke 42 kota di seluruh Indonesia.

Sebelumnya, AstyFarm mengandalkan supermarket sebagai jalur distribusi utama. Produk unggulannya adalah Cherry Tomato Stevia, diluncurkan pada 2024 sebagai pilihan tomat ceri dengan tambahan stevia tanpa gula, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang lebih sadar kesehatan.

Menurut Asty Ananta, Chief Visionary Officer AstyFarm, “Sejak awal, kami ingin menghadirkan pengalaman baru menikmati tomat ceri bagi konsumen Indonesia. Melalui Tokopedia dan TikTok Shop, kami dapat memperkenalkan Cherry Tomato Stevia melalui konten digital, berinteraksi langsung dengan konsumen melalui fitur LIVE shopping, serta menjangkau audiens baru melalui affiliate creator.”

Strategi yang diterapkan AstyFarm disebut discovery commerce—konsumen menemukan produk pertama kali melalui konten digital, kemudian membuat keputusan pembelian. Video pendek digunakan untuk menampilkan keunikan produk, sementara sesi LIVE Shopping memungkinkan penjual dan pembeli berinteraksi langsung dan membangun kepercayaan.

Data dari Tokopedia dan TikTok Shop menunjukkan pertumbuhan yang konsisten di sektor ini. Pesanan dari sesi LIVE melonjak 59 persen pada kuartal pertama 2026 dibanding tahun sebelumnya, sedangkan pesanan dari video pendek tumbuh jauh lebih besar, mencapai 135 persen dalam periode yang sama.

Pertumbuhan sejenis juga terlihat di kategori makanan dan minuman secara keseluruhan, yang naik 30 persen dalam tahun yang sama, sementara jumlah penjual di kategori ini meningkat 45 persen. Tren ini menunjukkan peluang besar bagi UMKM produk lokal untuk berkembang melalui saluran digital yang tepat.

Sumber: Republika

Baca Juga

Scroll to Top