BEI Keluarkan Saham HSC dari IHSG, Tapi Aset Pasar Tetap Utuh

BEI Keluarkan Saham HSC dari IHSG, Tapi Aset Pasar Tetap Utuh

Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan bahwa keputusan mengeluarkan saham-saham dengan kepemilikan terkonsentrasi (High Shareholding Concentration/HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak akan mengecilkan total nilai aset pasar saham Indonesia. Meski saham HSC tidak lagi masuk dalam perhitungan indeks utama, nilai kapitalisasi pasar negara secara keseluruhan tetap mencakup semua saham yang terdaftar di bursa.

Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi menjelaskan, saham HSC memang memiliki pengaruh besar terhadap IHSG—sekitar 18 persen dari indeks dengan nilai aset mencapai 30 persen dari total kapitalisasi pasar. Namun pengecualian dari perhitungan indeks ini tidak bermakna menghilangkan nilai saham-saham tersebut dari pasar. “Dengan keluarnya HSC dari IHSG tidak akan menurunkan market cap secara keseluruhan,” ujar Iding.

Saat ini, sebanyak 82 saham termasuk dalam kategori HSC per 22 Oktober 2026, sementara total nilai kapitalisasi pasar IHSG mencapai Rp9.474,4 triliun. BEI menggunakan tiga kriteria utama untuk menentukan apakah sebuah saham masuk kategori HSC: tingkat konsentrasi kepemilikan pada beberapa pihak, dampak harga (Price Impact Ratio), dan ada atau tidaknya perhatian dari aspek pengawasan.

Kebijakan ini bukan berarti saham HSC dihapus dari bursa atau di-delisting. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menekankan bahwa saham-saham tersebut tetap dapat diperdagangkan seperti biasa—hanya pergerakan harganya tidak lagi berpengaruh pada pergerakan IHSG. “Bukan delisting, tetapi tidak diperhitungkan di dalam perhitungan IHSG,” terangnya.

Saham yang masuk kategori HSC masih memiliki kesempatan untuk kembali masuk dalam perhitungan IHSG jika sudah tidak memenuhi kriteria HSC lagi. BEI akan melakukan evaluasi berdasarkan Price Impact Ratio setiap tiga bulan dan menyesuaikannya dengan peninjauan berkala terhadap IHSG serta indeks-indeks utama lainnya, sehingga kebijakan ini bersifat dinamis sesuai kondisi pasar.

Sumber: Antara News

Baca Juga

Scroll to Top