
Merancang bangunan baru di kawasan cagar budaya memerlukan kehati-hatian khusus agar tidak merusak nilai sejarah dan budaya yang sudah ada. Pendekatan ini dikenal sebagai infill development, yakni cara menambahkan struktur baru tanpa menghilangkan karakter tempat tersebut.
Menurut Nadia Purwestri, Direktur Eksekutif Pusat Dokumentasi Arsitektur (PDA) Indonesia, kawasan bersejarah bisa bermacam bentuk. Ada yang dibangun dalam satu periode dengan gaya arsitektur sejaman, ada pula yang menyimpan berbagai lapisan sejarah dari masa berbeda seperti Kota Tua Jakarta, dan ada juga yang punya karakter unik karena mewakili budaya etnis tertentu.
Nadia menjelaskan bahwa setiap kawasan bersejarah memiliki nilai yang membedakannya dari tempat lain. Sebagai contoh, Kebayoran Baru di Jakarta punya latar belakang sejarah dan karakter yang sangat berbeda dibanding kawasan Cipete. Kawasan-kawasan itu sebenarnya membentuk identitas kota dan menyimpan jejak perkembangan kota selama bertahun-tahun.
Masalah yang sering terjadi, lanjut Nadia, adalah pembangunan baru di kawasan cagar budaya kerap tidak sensitif terhadap lingkungan sekitar. “Kawasan tersebut sebenarnya warisan sejarah dan juga warisan arsitektur yang memang harus kita pertahankan. Namun, sering kali karakternya, baik karakter sejarahnya maupun arsitekturnya, budayanya itu harus dikompromikan dengan pembangunan baru yang sering kali tidak simpatik, padahal kawasan tersebut itu punya nilai penting,” katanya.
Saat merancang bangunan baru, arsitek harus memperhatikan banyak aspek teknis. Mulai dari penempatan garis sempadan (jarak dari tepi jalan), orientasi bangunan, skala, tinggi, material, warna, bentuk atap, hingga detail dan ornamen harus selaras dengan karakter kawasan itu.
Desain bangunan baru di zona cagar budaya harus bisa menghormati konteks lokal tanpa harus meniru gaya lama. Nadia menekankan bahwa arsitektur kontemporer dan inovasi justru penting dalam pendekatan semacam ini karena menambah keragaman dan lapisan gaya arsitektur dari berbagai era. Dengan cara ini, kawasan bersejarah tetap hidup dan relevan untuk masa depan.
Sumber: Antara News
Baca Juga

Brand Lokal Butuh Inovasi dan Platform Digital untuk Rebut Pasar yang Lebih Luas

Temukatsu Resto Tawarkan All You Can Eat Nusantara di Nemuru Hotel Ciputat

IPLT Madurejo Harus Perbaiki Proses Pengolahan Setelah Ditemukan Logam Berat

