Tabungan Saja Tidak Cukup: Keluarga Perlu Kombinasi Perlindungan dan Investasi Hadapi Inflasi

Tabungan Saja Tidak Cukup: Keluarga Perlu Kombinasi Perlindungan dan Investasi Hadapi Inflasi

Inflasi yang terus meningkat membuat keluarga Indonesia perlu strategi keuangan yang lebih matang. Tidak cukup hanya menabung untuk kebutuhan sehari-hari—keluarga juga harus memikirkan bagaimana melindungi diri dari risiko finansial yang tiba-tiba, seperti kehilangan pencari nafkah atau putusnya sumber penghasilan.

Tantangan terbesar adalah nilai uang yang terus berkurang seiring waktu akibat inflasi. Uang yang ditabung hari ini tidak akan memiliki daya beli yang sama di masa depan. Karena itu, perencanaan keuangan yang hanya mengandalkan tabungan tradisional dirasa sudah ketinggalan zaman.

Menurut Alexander Grenz, Country Manager dan Direktur Utama Allianz Life Indonesia, perubahan kondisi ekonomi ini mengubah cara masyarakat memandang perencanaan keuangan. “Perlindungan saja tidak lagi cukup, sementara investasi tanpa perlindungan dapat membuat keluarga lebih rentan terhadap ketidakpastian finansial,” jelasnya.

Salah satu solusi yang mulai populer adalah produk asuransi berbasis investasi, atau yang dikenal dengan unit link. Produk ini menggabungkan dua fungsi sekaligus: perlindungan jiwa dan kesempatan mengembangkan dana melalui instrumen investasi. Contohnya, PT Asuransi Allianz Life Indonesia menawarkan SmartLink Guard Investa, yang memungkinkan nasabah memilih investasi dari obligasi, saham global, emas, hingga portofolio campuran.

Produk ini dirancang dengan skema peningkatan uang pertanggungan secara bertahap, berpotensi mencapai 500 persen dari nilai awal sesuai ketentuan. Namun, penting diingat bahwa investasi memiliki risiko—nilai dana dapat naik atau turun mengikuti pasar, sehingga hasil tidak dijamin pasti.

Sebelum membeli produk asuransi investasi, calon nasabah sebaiknya mempelajari dengan cermat manfaat perlindungan, biaya yang dikenakan, ketentuan polis, dan risiko investasi yang terlibat. Pilihan instrumen investasi juga harus disesuaikan dengan toleransi risiko, kemampuan keuangan, dan target jangka panjang keluarga masing-masing.

Sumber: Republika

Baca Juga

Scroll to Top