
Penyelenggaraan MotoGP Mandalika pada 9-11 Oktober 2026 telah membuka peluang bisnis baru bagi nelayan Nusa Tenggara Barat. Permintaan hasil laut dari industri perhotelan di sekitar Senggigi dan Lombok Tengah meningkat drastis, mengalihkan distribusi produk perikanan lokal yang sebelumnya dikirim keluar daerah.
Ketua Umum Serikat Nelayan Independen NTB, Hasan Saipul Rizal, menceritakan perubahan signifikan sejak seminggu sebelum acara berlangsung. “Sebelum MotoGP, lobster-lobster kami kirim ke Jakarta. Sejak seminggu lalu kami tidak ada yang mengirim ke Jakarta karena semuanya dikirim ke hotel-hotel di kawasan Senggigi dan Lombok Tengah,” ungkapnya.
Peningkatan permintaan meluas ke berbagai jenis produk perikanan. Ikan, cumi-cumi, dan kerang menjadi komoditas yang paling dicari untuk memenuhi kebutuhan konsumsi tamu hotel selama event berlangsung. Besarnya lonjakan pesanan mencapai puluhan kali lipat dibanding hari biasa.
Hasan menjelaskan skala permintaan yang luar biasa tinggi. Jika sebelumnya satu hotel rata-rata memesan 50 kilogram ikan per hari, kini pesanan bisa mencapai 500 hingga 600 kilogram per hotel setiap harinya. “Per hotel dulu biasanya hanya meminta sekitar 50 kg ikan, sekarang per order kami bisa kirim 5–6 kuintal per hari,” katanya.
Pemerintah Daerah NTB mendorong pemanfaatan momentum ini melalui pertemuan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal dengan pelaku industri perhotelan dan restoran di Lombok Tengah. Gubernur menekankan pentingnya menggunakan produk perikanan lokal untuk memenuhi kebutuhan pariwisata yang meningkat selama acara.
Potensi perikanan NTB memang sangat besar dengan produksi mencapai lebih dari 1,2 juta ton pada 2025. Namun, sebagian besar produk berkualitas seperti lobster masih didistribusikan ke luar daerah. MotoGP Mandalika membuka kesempatan emas untuk memanfaatkan pasar lokal yang sedang berkembang pesat.
Sumber: Republika
Baca Juga

Brand Lokal Butuh Inovasi dan Platform Digital untuk Rebut Pasar yang Lebih Luas

Temukatsu Resto Tawarkan All You Can Eat Nusantara di Nemuru Hotel Ciputat

IPLT Madurejo Harus Perbaiki Proses Pengolahan Setelah Ditemukan Logam Berat

