
Indonesia diproyeksikan butuh sekitar 12 juta talenta digital pada 2030, namun saat ini masih ada kesenjangan sekitar 3 juta orang dari kebutuhan tersebut. Di tengah kondisi itu, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menegaskan bahwa mencetak sumber daya manusia yang siap menghadapi perubahan adalah urusan daya saing bangsa, bukan sekadar soal pendidikan.
Destry menyampaikan pandangan ini dalam forum keberlanjutan internasional yang digelar di Jakarta. Ia menjelaskan bahwa perubahan besar seperti transisi energi, digitalisasi, hingga keuangan berkelanjutan memunculkan kebutuhan baru — mulai dari insinyur, analis data, pakar kecerdasan buatan (AI), hingga tenaga ahli yang memahami risiko perubahan iklim.
“Pada akhirnya, transisi yang berhasil dan berkeadilan tidak hanya bergantung pada modal dan teknologi, tetapi juga sangat bergantung pada talenta dan manusia,” ujar Destry.
Destry juga mengingatkan bahwa sekitar 69 persen penduduk Indonesia saat ini berada di usia produktif. Potensi bonus demografi ini, menurutnya, harus diubah menjadi apa yang ia sebut sebagai ‘bonus kompetensi’ — artinya, banyaknya penduduk usia kerja harus dibarengi dengan peningkatan keahlian yang relevan dengan kebutuhan industri.
Untuk menjembatani kesenjangan itu, BI turut bergerak melalui Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI), sebuah wadah yang mempertemukan regulator, pelaku industri, akademisi, dan perusahaan rintisan. BI juga menggelar Digital Talent Expo sebagai ajang mempertemukan talenta digital dengan dunia industri secara langsung.
Destry menekankan bahwa pemerintah, regulator, perguruan tinggi, lembaga keuangan, dan dunia usaha perlu duduk bersama menyelaraskan kurikulum dan program pelatihan dengan kebutuhan ekonomi masa depan. Tanpa sinergi itu, pertumbuhan ekonomi yang kuat, inklusif, dan ramah lingkungan akan sulit tercapai.
Sumber: Antara News
Baca Juga

Ekonom Pesimis Target Pertumbuhan 6 Persen Bisa Dicapai di 2027

Galeri Investasi UYM Sabet Penghargaan BEI, Mahasiswa Didorong Melek Investasi

Kemenhub Kejar KAI Selesaikan 35 Trainset KRL Jabodetabek, Masih Kurang 8 Rangkaian

