
Sektor UMKM belum bisa berlari sekencang perusahaan besar dalam hal akses kredit perbankan. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Agustus 2026 menunjukkan kredit UMKM hanya tumbuh 2,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, jauh di bawah pertumbuhan kredit korporasi yang menembus 22,18 persen.
Secara keseluruhan, penyaluran kredit perbankan nasional justru menunjukkan tren positif. Total kredit yang disalurkan mencapai Rp 9.178 triliun, tumbuh 13,65 persen secara tahunan. “Intermediasi perbankan melanjutkan tren penguatan dengan pertumbuhan kredit pada Agustus 2026 naik ke level 13,65 persen year on year (yoy), sehingga total penyaluran kredit menjadi sebesar Rp 9.178 triliun,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner OJK, Senin (5/10/2026).
Bila dilihat dari jenis kreditnya, Kredit Investasi tumbuh paling tinggi yakni 25,11 persen, disusul Kredit Modal Kerja sebesar 11,45 persen, dan kredit konsumsi sebesar 5,07 persen. Bank-bank milik negara atau BUMN menjadi kelompok yang paling agresif menyalurkan kredit dengan pertumbuhan 16,41 persen.
Di sisi simpanan masyarakat, Dana Pihak Ketiga (DPK) — yaitu uang yang dititipkan masyarakat ke bank berupa tabungan, giro, dan deposito — juga tumbuh 10,94 persen menjadi Rp 10.413 triliun. Deposito menjadi jenis simpanan dengan pertumbuhan tertinggi, mencapai 13,10 persen.
OJK juga memastikan kondisi perbankan secara umum masih sehat. Rasio kredit bermasalah atau NPL gross berada di angka 2,11 persen, masih dalam batas wajar. Sementara fitur pinjaman beli sekarang bayar nanti atau Buy Now Pay Later (BNPL) perbankan tercatat mencapai Rp 31,41 triliun dengan jumlah rekening pengguna sebanyak 34 juta.
Pertumbuhan kredit yang solid di level nasional seharusnya menjadi angin segar, namun bagi pelaku UMKM, angka 2,38 persen menjadi pengingat bahwa akses pembiayaan bagi usaha kecil masih perlu perhatian lebih serius dari semua pihak.
Sumber: Republika
Baca Juga

Jalan Penghubung Gayo Lues Kembali Bisa Dilalui Setelah Banjir Bandang

Drone Lokal Baru Capai 66% Komponen Dalam Negeri, Baterai Masih Andalkan Impor

Sultra Jadi Fokus Pembangunan 169 Kampung Nelayan, KKP Mulai Verifikasi Kelayakan Lokasi

