
Indonesia punya kekayaan tanaman herbal yang luar biasa — 435 spesies tersimpan di Institut Teknologi Del (IT Del), Sumatera Utara. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan kini mengajak salah satu universitas terkemuka China, Universitas Tsinghua, untuk bersama-sama meneliti potensi besar itu.
Ajakan ini disampaikan Luhut dalam forum kerja sama pendidikan tinggi dan industri antara China dan Asia Tenggara yang digelar di Kawasan Ekonomi Khusus Kura Kura Bali, Denpasar, Minggu. Ia menyebut koleksi herbal Indonesia bisa jadi salah satu yang terbesar di kawasan, bahkan dunia. “Kami memiliki seluruh ekosistem di sana. Ada 435 spesies herbal, yang menurut saya mungkin menjadi salah satu koleksi terbesar di kawasan ini, bahkan mungkin di dunia,” kata Luhut.
IT Del sendiri sudah mulai membangun bank gen herbal dan mengembangkan kemampuan riset genomik — yakni ilmu yang mempelajari susunan genetik makhluk hidup untuk memahami sifat dan potensinya. Fasilitas di sana juga sudah dilengkapi perangkat pengurutan genom buatan China, MGI T7 dan MGI B300. Bahkan, kecerdasan buatan sedang dikembangkan untuk membaca molekul kemenyan, salah satu bahan herbal yang dilirik untuk penelitian kesehatan.
Luhut menegaskan Indonesia tidak perlu membangun semuanya dari nol. “Kami tidak mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk membangun semuanya dari awal. Kami sudah memiliki infrastruktur, tetapi kami membutuhkan Universitas Tsinghua untuk memanfaatkannya bersama,” ujarnya. Ia berharap kerja sama ini bisa melahirkan program nyata seperti riset bersama, pertukaran peneliti, pengembangan laboratorium, hingga publikasi ilmiah.
Selain herbal, Luhut juga mendorong kerja sama di bidang pertanian — khususnya riset genomik untuk menghasilkan benih unggul dan tanaman yang lebih tahan terhadap perubahan lingkungan demi menjaga ketahanan pangan. Ia berharap Tsinghua Southeast Asia Center di Bali bisa menjadi jembatan bagi kolaborasi ilmu pengetahuan yang lebih luas antara Indonesia, China, dan negara-negara Asia Tenggara. Jika terwujud, kerja sama ini bukan hanya soal teknologi, tapi bisa membuka peluang ekonomi baru dari kekayaan alam yang selama ini belum tergarap optimal.
Sumber: Antara News
Baca Juga

Ekonom Pesimis Target Pertumbuhan 6 Persen Bisa Dicapai di 2027

Galeri Investasi UYM Sabet Penghargaan BEI, Mahasiswa Didorong Melek Investasi

Kemenhub Kejar KAI Selesaikan 35 Trainset KRL Jabodetabek, Masih Kurang 8 Rangkaian

