
Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Madurejo di Kabupaten Sleman sedang menghadapi masalah kualitas. Tim penilai dari Direktorat Sanitasi Kementerian Pekerjaan Umum menemukan bahwa hasil olahan lumpur tinja di fasilitas ini mengandung logam berat yang berbahaya bagi lingkungan.
Selain itu, air yang telah diolah di IPLT Madurejo juga menunjukkan tingkat bakteri coliform yang tinggi. Bakteri ini adalah indikator pencemaran dan dapat menunjukkan adanya kontaminasi dari limbah feses, yang artinya proses pembersihan air belum berjalan optimal.
Temuan ini mendorong pengelola IPLT untuk segera melakukan evaluasi mendalam terhadap standar operasional prosedur (SOP) mereka—serangkaian langkah dan aturan yang harus diikuti dalam setiap tahap pengolahan. Tujuannya adalah memastikan kualitas limbah yang dihasilkan aman sebelum dilepas ke badan air seperti sungai atau danau.
Perbaikan proses pengolahan menjadi urgen mengingat IPLT bertugas menangani limbah tinja dari masyarakat. Jika kualitas hasil olahan tidak terjaga, potensi pencemaran air tanah dan sumber air baku akan meningkat, yang pada akhirnya membahayakan kesehatan publik dan kelestarian lingkungan setempat.
Sumber: Antara News
Baca Juga

Kereta Api Sumbar Diaktifkan Lagi, Harapannya Percepat Pengiriman Hasil Bumi dan Tambang

Tomat Ceri Lokal Raih Penjualan Lebih Tinggi Berkat Strategi Media Sosial

Potensi Panas Bumi Indonesia Baru Terpakai 11 Persen, Pakar Dorong Percepatan Eksplorasi

