Akurasi Data Siswa Jadi Kunci Program Makan Bergizi Gratis Tepat Sasaran

Akurasi Data Siswa Jadi Kunci Program Makan Bergizi Gratis Tepat Sasaran

Badan Gizi Nasional (BGN) menekankan pentingnya data siswa yang akurat untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) benar-benar sampai ke tangan yang tepat. Kepala BGN Sudaryono menjelaskan bahwa informasi lengkap penerima manfaat—dari nama hingga alamat—menjadi fondasi distribusi makanan yang efektif dan terukur.

Untuk menjaga kualitas data, BGN telah mengeluarkan kebijakan penetapan penerima manfaat sementara yang memastikan setiap porsi makanan tercatat dengan jelas dan penerimanya dapat dipantau perkembangannya. “BGN hanya akan memberikan menu ompreng yang by name by address atau data berdasarkan nama dan alamatnya jelas,” ujar Sudaryono saat meninjau pelaksanaan MBG di SDN Cot Meuraja, Aceh Besar.

Dalam praktiknya, jumlah penerima manfaat di setiap satuan pelayanan gizi dapat mengalami penyesuaian jika data peserta didik di sekolah belum cocok dengan data yang terdaftar di sistem Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Misalnya, jika sebuah sekolah memiliki 500 siswa tetapi sistem hanya mencatat 450 siswa, maka angka 450 menjadi acuan untuk menentukan jumlah makanan yang disiapkan.

Sekolah, posyandu, madrasah, dan pondok pesantren diminta untuk memperbarui data mereka secara berkala, termasuk memastikan nomor induk peserta didik sudah akurat. Proses pembaruan dapat dilakukan oleh guru atau kepala sekolah melalui sistem, dan biasanya dapat diperbarui dalam waktu 24 jam.

Pendekatan berbasis data ini bukan hanya untuk memastikan efisiensi distribusi makanan, melainkan juga untuk melihat dampak program terhadap pertumbuhan dan kesejahteraan siswa. “Tujuannya adalah untuk memastikan ompreng itu diterima oleh seseorang yang ada nama dan datanya, sehingga kita bisa melihat perkembangannya, tambah tinggi, tambah gemuk, tambah rajin, atau tambah kehadirannya di sekolahnya,” kata Sudaryono. Dengan sistem terukur ini, dampak positif program makan bergizi dapat dimonitor secara nyata untuk setiap anak yang menerima manfaatnya.

Sumber: Antara News

Baca Juga

Scroll to Top