Forum MMA IMPACT 2026 Ajak Para Pemimpin Bisnis Manfaatkan Pemasaran untuk Pertumbuhan

Forum MMA IMPACT 2026 Ajak Para Pemimpin Bisnis Manfaatkan Pemasaran untuk Pertumbuhan

Ratusan pemimpin bisnis Indonesia berkumpul di acara MMA IMPACT Indonesia 2026 untuk memahami bagaimana strategi pemasaran yang tepat bisa mendorong pertumbuhan perusahaan mereka. Acara yang diselenggarakan pada Kamis 5 November 2026 di The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta, menghadirkan lebih dari 30 pakar dan pemikir senior yang siap berbagi pengalaman praktis dari industri mereka masing-masing.

Tema utama forum ini adalah “Advancing Marketers’ Ability to Create Value” (meningkatkan kemampuan pemasar menciptakan nilai). Dengan sudut pandang ini, pembicara mengulas bagaimana pemasaran dan periklanan perlu mendapat tempat khusus dalam pengambilan keputusan pimpinan perusahaan, asalkan bisa membuktikan kontribusinya terhadap metrik bisnis yang paling penting.

Indonesia sedang mengalami transformasi besar di sektor pemasaran digital. Ekonomi digital nasional diproyeksikan mencapai 600 miliar dolar AS pada 2030, sementara kecerdasan buatan (AI) berpotensi menambah produk domestik bruto (PDB) hingga 12 persen atau setara 366 miliar dolar AS. Ekonomi kreatif turut memainkan peran kuat, dengan nilai investasi mencapai 11,32 miliar dolar AS dan menyerap 27,4 juta tenaga kerja.

Salah satu perubahan nyata adalah berkembangnya belanja melalui media sosial. Data menunjukkan 44 persen masyarakat Indonesia membeli produk via media sosial dalam setahun terakhir, dan iklan di platform tersebut tumbuh dua kali lebih cepat dari kanal digital lainnya. Fenomena ini membuat media sosial bukan sekadar tempat promosi, tetapi juga etalase penjualan langsung.

Kepercayaan konsumen menjadi fondasi utama dalam strategi pemasaran modern. Sebanyak 88 persen konsumen menilai kepercayaan terhadap merek sama pentingnya dengan kualitas dan nilai produk, sementara 60 persen bersedia membayar lebih untuk kualitas, dan 87 persen menginginkan komunikasi yang dipersonalisasi dari bisnis yang mereka gunakan.

Dampak nyata pemasaran terhadap penjualan juga terukur. Distribusi konten memberikan dampak penjualan 67 kali lipat dibandingkan iklan tradisional, dan pengukuran prediktif bisa meningkatkan nilai pasar perusahaan hingga 10 persen. Organisasi yang menguasai literasi AI di level pimpinan mencatat performa keuangan 20 persen lebih tinggi dari kompetitor.

Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Kementerian Ekonomi Kreatif, Prof. D.Sc. Ir. Mohammed Ali Berawi, M.Eng.Sc., Ph.D., hadir sebagai pembicara utama. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa “ekonomi kreatif Indonesia tumbuh berkat kekuatan penceritaan manusia, dengan AI mempercepat proses kerja dan kisah-kisah lokal yang autentik membawa kreativitas Indonesia ke panggung dunia.”

Bagi para pemimpin perusahaan, pesan dari forum ini sederhana: kesuksesan di era sekarang membutuhkan perpaduan antara skala pasar Indonesia, kreativitas lokal, dan kepercayaan konsumen dalam satu strategi pertumbuhan yang terukur. Semakin mampu sebuah organisasi menyeimbangkan jangkauan pasar dengan kredibilitas, semakin besar potensinya mengubah perhatian konsumen menjadi nilai pelanggan jangka panjang.

Sumber: Republika

Baca Juga

Scroll to Top