
Di kaki Gunung Wilis, Trenggalek, Jawa Timur, sebuah pasar dengan konsep nostalgia berhasil menciptakan buzz tersendiri di kalangan UMKM lokal. Pasar Jadul Pangupo Jiwo, yang berlokasi di kawasan hutan pinus, terbukti efektif menjadi platform penjualan: seluruh 14 lapak milik 10 kelompok wanita tani dan 4 pelaku UMKM dari Kecamatan Bendungan habis terjual hanya dalam waktu kurang dari dua jam pada pekan ketiga bulan ini.
Strategi unik membuat pasar ini menonjol di tengah kompetisi ritel modern. Penjual menyajikan makanan dan jajanan tradisional menggunakan wadah alami—daun, gerabah, batok kelapa, dan gelas bambu—sementara transaksi dilakukan dengan alat tukar berupa gebog dan koin kuno untuk memperkuat autentisitas suasana pasar masa lalu.
Inisiatif ini berawal dari ide mantan Camat Bendungan, Sujatmiko. Menurutnya, “Kegiatan ini sejalan dengan tagline kami, ‘nguri-uri budoyo, nguripi ekonomi warga’ (melestarikan budaya, menghidupkan ekonomi masyarakat lokal). Dari semangat inilah kemudian lahir ide rintisan pasar jadul ini.” Tujuan utamanya bukan sekadar berjualan, melainkan memberdayakan ekonomi komunitas sambil melestarikan tradisi Jawa.
Pasar yang digelar sebulan sekali setiap Minggu Legi (penanggalan Jawa) ini sudah mencapai gelaran ketiga sejak diluncurkan 2 Agustus 2026. Pendampingnya, Indah Ayu Lestari, mencatat bahwa pada acara pertama produk ludes dalam waktu kurang dari satu jam, mendorong tim melakukan evaluasi dan pengembangan untuk semakin memaksimalkan momentum.
Pengelolaan pasar melibatkan berbagai pihak: Paguyuban KWT Putri Wilis, mahasiswa KKN dari Universitas Brawijaya Malang dan Universitas Muhammadiyah Ponorogo, serta dukungan pemerintah kecamatan dan Balai Penyuluhan Pertanian Bendungan. Pada gelaran kedua, pengelolaan diserahkan kepada Kelompok Sadar Wisata Desa Dompyong untuk menjaga keberlanjutan dan memperluas manfaat ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
Antusiasme pengunjung yang datang dari berbagai desa bahkan luar daerah menunjukkan potensi pasar ini sebagai daya tarik wisata berbasis masyarakat. Sujatmiko berharap Pasar Jadul Pangupo Jiwo akan berkembang menjadi ikon pasar kuliner bergaya tempo dulu di Trenggalek, dan menjadi penggerak ekonomi warga yang berkelanjutan.
Sumber: Antara News
Baca Juga

Jalan Penghubung Gayo Lues Kembali Bisa Dilalui Setelah Banjir Bandang

Drone Lokal Baru Capai 66% Komponen Dalam Negeri, Baterai Masih Andalkan Impor

Sultra Jadi Fokus Pembangunan 169 Kampung Nelayan, KKP Mulai Verifikasi Kelayakan Lokasi

