
Renault meluncurkan konsep kendaraan listrik bernama E-Space yang dirancang untuk enam penumpang dalam tiga baris kursi. Langkah ini menarik perhatian karena pasar otomotif saat ini didominasi SUV dan crossover, yang telah menggeser popularitas mobil multiguna atau MPV.
Mobil konsep ini memiliki panjang 4,72 meter dengan kursi yang dapat digeser dan diputar, serta lantai kabin yang rata untuk memberikan ruang luas kepada penumpang. Desain interior mengusung pendekatan minimalis dengan layar panorama yang diproyeksikan, fitur yang mungkin akan diterapkan pada produk Renault di masa depan.
Dari segi visual, E-Space terinspirasi dari Renault Espace generasi pertama tahun 1984, dengan beberapa elemen desain yang mengingatkan generasi ketiga dari 1996. Bagian depan diklaim memiliki kemiripan dengan kereta cepat TGV Prancis, menciptakan estetika futuristik.
E-Space dirancang oleh Alexandre Malval, yang baru saja ditunjuk sebagai kepala desain Renault pada Januari 2024 untuk menggantikan Gilles Vidal. Malval sebelumnya memiliki pengalaman di Citroen dan Mercedes-Benz.
Renault belum memastikan apakah E-Space akan dikembangkan menjadi produk jual. Namun, menurut Laurens van den Acker, kepala desain Renault Group, konsep MPV yang mengutamakan ruang penumpang berpotensi kembali relevan seiring perkembangan teknologi kendaraan otonom: “perkembangan kendaraan otonom dapat membuka peluang baru bagi konsep MPV” karena penumpang dapat memanfaatkan waktu perjalanan untuk beraktivitas tanpa perlu fokus mengemudi.
Renault dulu dikenal dengan jajaran mobil satu ruang seperti Twingo, Modus, Scenic, dan Espace. Namun, pergeseran preferensi konsumen ke SUV membuat segmen MPV menghadapi tantangan besar untuk menarik kembali minat pembeli di era modern ini.
Sumber: Antara News
Baca Juga

IPLT Madurejo Harus Perbaiki Proses Pengolahan Setelah Ditemukan Logam Berat

Kereta Api Sumbar Diaktifkan Lagi, Harapannya Percepat Pengiriman Hasil Bumi dan Tambang

Tomat Ceri Lokal Raih Penjualan Lebih Tinggi Berkat Strategi Media Sosial

