
Masyarakat tidak perlu cemas soal beras. Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto memastikan pasokan beras nasional dalam kondisi aman setelah meninjau langsung kondisi stok di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur, Jumat.
Cadangan beras yang dikelola Perum Bulog saat ini tercatat sekitar 4,8 juta ton. Menurut Titiek, jumlah itu cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh wilayah Indonesia sekaligus menjadi bantalan jika suatu saat permintaan melonjak atau pasokan terganggu. “Kalau stoknya banyak berarti harganya bisa terkendali, tidak fluktuasi, tidak bisa diatur lagi,” ujarnya.
Titiek juga menegaskan bahwa beras yang beredar di pasar saat ini seluruhnya merupakan hasil produksi dalam negeri, bukan impor. “Yang penting kita ini tidak impor lagi, semuanya sudah diproduksi dalam negeri. Tidak ada kelangkaan beras, ada terus stoknya, yang beras favorit juga ada terus tersedia,” katanya.
Kunjungan Titiek ke PIBC dilakukan bersama Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal. Keduanya memantau langsung kondisi stok di sejumlah kios untuk memastikan tidak ada permainan harga yang bisa memberatkan konsumen.
Selain soal ketersediaan, Titiek mengingatkan bahwa stok melimpah saja tidak cukup tanpa distribusi yang berjalan lancar. Beras dari produsen maupun dari gudang Bulog harus bisa mengalir secara efisien hingga ke tangan pengecer dan konsumen akhir. “Alhamdulillah dengan produksi yang sekian banyak berarti petaninya maju dan mudah-mudahan bisa makmur. Masalah beras ini bukan hanya masalah ketersediaan stok saja tetapi juga didistribusikan dari produsen dan juga dari Bulog ke pasar itu secara efektif,” kata Titiek.
Dengan kondisi produksi, stok, dan distribusi yang saat ini dinilai berjalan baik, harapannya rantai pasok beras nasional bisa terus dijaga stabilitasnya demi kepentingan petani, pedagang, dan konsumen sekaligus.
Sumber: Antara News
Baca Juga

Ekonom Pesimis Target Pertumbuhan 6 Persen Bisa Dicapai di 2027

Galeri Investasi UYM Sabet Penghargaan BEI, Mahasiswa Didorong Melek Investasi

Kemenhub Kejar KAI Selesaikan 35 Trainset KRL Jabodetabek, Masih Kurang 8 Rangkaian

